Lima Makanan yang Paling Dirindukan Ekspatriat di Luar Negeri

Ilustrasi makanan Italia yang paling dirindukan, pasta dan anggur merah. (morgueFile/MaxStraeten)

Ilustrasi makanan Italia yang paling dirindukan, pasta dan anggur merah. (morgueFile/MaxStraeten)

Jakarta, CNN Indonesia | Saat pergi ke negeri lain, apalagi untuk waktu yang lama, salah satu hal yang paling dirindukan adalah makanan. Banyak kisah para perantau, atau sekedar berwisata, yang merindukan makanan negerinya.

Seberapa pun lezatnya kelezatan makanan di negeri lain, seseorang pasti akan merindukan makanan negaranya sendiri. Misalnya saja, orang-orang Indonesia yang lama meninggalkan negerinya pasti akan sangat mengidamkan sambal colek yang super pedas.

Atau mungkin tukang bakso yang biasa lewat di depan rumah. Jika Italia memiliki spagetti, Jepang dengan ramen, maka di Indonesia ada mie ayam, makanan sejuta umat yang dijual di gerobak sampai restoran.

Seperti halnya juga orang-orang suku Minang akan sulit mencari tandingan kenikmatan rendang, atau nasi bungkus padang yang biasanya ada di setiap persimpangan jalan.

Jika itu tentang orang Indonesia, bagaimana dengan orang-orang dari negara lain yang meninggalkan negerinya? Seperti halnya para ekspatriat yang harus bekerja di negara lain.

Berdasarkan penelitian dari laman MoneyCorp, berikut adalah lima makanan yang sangat dirindukan para ekspatriat saat mereka pindah ke luar negeri.

Inggris
1. Twining’s English Breakfast Tea
2. Cadbury’s Dairy Milk Chocolate
3. McVities Digestive Biscuits
4. PG Tips Tea
5. Bisto Gravy Granules

Amerika
1. Cheetos
2. Twizzlers
3. Butterfinger Bars
4. Fritos Corn Chips
5. Hostess Twinkies

Australia
1. Arnotts Tim Tams
2. Twisties Cheese
3. Cadbury Cherry Ripe
4. Cadbury Caramello Koalas
5. Wonka Redskins

Italia
1. Nutella
2. Sosis Italia salsiccia
3. Anggur merah sangiovese
4. Pasta pastina
5. Citrato

Spanyol
1. Masakan chorizo
2 Daging iberico serrano
3. Keju Manchego
4. Biskuit minyak zaitun tortas
5. Cokelat Fig Bombons

Jepang
1. Teh hijau Itoen
2. Morinaga Tofu
3. Beras maruchan yang dapat dimasak di microwave
4. Mi Sato Shouten Shirataki Yam
5. Kacang kedelai fermentasi Osato Umai Ichiban Natto (win/utw)

Ilegal, 293 Tenaga Kerja Asing di Lahat Dipulangkan

Peta Kabupaten Lahat (Google)

Peta Kabupaten Lahat (Google)

SRIPOKU.COM, LAHAT – Karena tidak memiliki dokumen bekerja atau izin tinggal yang legal, 293 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di PT Priamanaya Energi, yang berada di Kecamatan Merapi, Kabupaten Lahat, dideportasi ke negara asal oleh pihak Imigrasi Kelas II Muara Enim.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Kabupaten Lahat, Ir H Ismail Hanafi MTP.

Menurutnya, pihak imigrasi telah memulangkan para TKA yang tak melengkapi dokumen legal dari pemerintah Indonesia. “Ya, sumber dari Imigrasi, bahwasanya pada akhir Januari 2015 ada 130 TKA yang sudah dipulangkan. Nah, Februari ini kembali dideportasi 163 TKA sehingga total keseluruhannya 293 orang TKA,” ungkap Ismail, ketika dihubungi kemarin.

Lebih lanjut Ismail menuturkan, ada sekitar 85 TKA resmi yang masih bekerja di perusahaan tersebut. Kendati demikian baru 79 TKA yang telah dilaporkan sementara enam TKA lagi masih ada kesalahan pemasangan foto pada dokumen Izin Memperkerjakan Tenaga Asing (IMTA).

“Sejauh ini Perusahaan sudah melaporkan kembali dan hanya tinggal 85 TKA resmi meski enam TKA diantaranya masih dalam. Proses perbaikan administrasi, dikarenakan kesalahan pemasangan foto pada dokumen IMTA,” kata Ismail.

Ditambahkanya, peristiwa ditemukanya pekerja asing ilegal tersebut akan menjadi pembelajaran sekaligus evaluasi sehingga kedepan tidak kembali terjadi. Tak hanya itu, pengawasan harus terus diperketat sehingga tidak sembarang TKA Ilegal bisa masuk ke Bumi Seganti Setungguan.

“Seperti penggunaan visa benar benar harus diawasi apakah berlibur atau memang bekerja. Tentu ini akan menjadi cacatan untuk dilakukan kedepanya dengan berkoordinasi dengan pihak terkait guna memonitoring,” jelasnya.

Disisi lain, Ismail menuturkan Disnakertrans dalam hal melakukan pengawasan terutama saat turun ke lapangan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit terlebih harus melibatkan pihak terkait seperti Kepolisian, Kejaksaan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

“Kita telah berkoordinasi dengan Komisi IV DPRD untuk menjadi bahan masukan, supaya pengawasan ini benar-benar berjalan dengan baik,” harapnya. (ehdi yasin)