Petugas melakukan proses pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Blitar, Jawa Timur. (Ilustrasi: Antara/Sahlan Kurniawan)
  • Facebook
  • Google+
  • Twitter
  • Digg
  • LinkedIn
  • Blogger

Petugas melakukan proses pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Blitar, Jawa Timur. (Ilustrasi: Antara/Sahlan Kurniawan)

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Pihak kantor Imigrasi tak bisa memantau apalagi membatasi pergerakan warga negara Indonesia yang ingin bepergian ke luar negeri. Namun menyusul hilangnya WNI di Turki, Direktorat Jenderal Imigrasi akan memperketat proses pembuatan paspor.

Hilangnya ke-16 WNI di Turki terus menjadi perhatian tersendiri, termasuk pihak Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

Berkaitan hilangnya 16 WNI tersebut, pihak kantor Imigrasi akan memperketat proses pembuatan paspor. Namun demikian pihak Imigrasi tak bisa memantau apalagi membatasi pergerakan WNI ke luar negeri.

Pemantauan pergerakan biasanya hanya bisa dilakukan saat proses pembuatan paspor awal. Kebanyakan orang membuat paspor ke Timur Tengah misalnya, adalah untuk kepentingan umroh. Namun petugas Imigrasi tak bisa memantau pergerakan WNI selanjutnya karena mereka bisa melanjutkan perjalanan ke negara lain.

“Apalagi masa berlaku paspor selama lima tahun sehingga tak memungkinkan petugas Imigrasi/ untuk membatasi pergerakan WNI ke luar negeri, sebab pergi keluar negeri adalah hak untuk setiap WNI,” kata Direktur Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Mirza Iskandar saat di Sidoarjo.

Seperti diketahui ke-16 WNI yang awalnya bertujuan umroh hilang di Turki. Mereka memisahkan diri dari rombongan tour umroh. Mereka terdiri dari lima laki-laki dewasa, empat perempuan dewasa dan tujuh anak-anak.

ADF

Share This