"We are not happy doing this, we are not enjoy (Kami tidak senang melakukan ini, kami tidak menikmatinya)" kata Menlu Retno saat Foreign Policy Breakfast bersama pemimpin redaksi di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta, Selasa (10/3/2015).
  • Facebook
  • Google+
  • Twitter
  • Digg
  • LinkedIn
  • Blogger

“We are not happy doing this, we are not enjoy (Kami tidak senang melakukan ini, kami tidak menikmatinya)” kata Menlu Retno saat Foreign Policy Breakfast bersama pemimpin redaksi di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta, Selasa (10/3/2015).

JAKARTA | Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan pesan kepada masyarakat internasional bahwa Indonesia tidak senang dan menikmati pelaksanaan hukuman mati.

Menurutnya, Pemerintah Indonesia terpaksa melakukan ini demi penegakan hukum dalam pemberantasan peredaran narkoba.

We are not happy doing this, we are not enjoy (Kami tidak senang melakukan ini, kami tidak menikmatinya)” kata Menlu Retno saat Foreign Policy Breakfast bersama pemimpin redaksi di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta, Selasa (10/3/2015).

Menteri Retno mengatakan hal tersebut, setelah melihat banyaknya opini di luar negeri bahwa pemerintah Indonesia seolah menikmati hukuman mati tersebut.

Dia juga menyebut bahwa di luar negeri tak sedikit upaya untuk melemahkan pemerintah Indonesia dalam rangka penegakan hukum ini.

Salah satunya, ada salah kutip dari media Australia terkait moratorium eksekusi mati terhadap salah satu perwakilan Indonesia saat bersidang di Jenewa, Swiss. Tapi, hal tersebut langsung diluruskan.

“Kita langsung luruskan bahwa kutipan itu tidak benar,” ujarnya.

(hmr)

Share This